Inilah Penyebab dan Gejala Kanker Serviks yang Wajib Diketahui Kaum Wanita

Posted on

Penyebab dan Gejala Kanker serviks

Gejala Kanker Serviks – Kanker dimulai dengan perubahan struktur DNA yang ada di seluruh sel manusia. DNA menyediakan sel-sel dengan seperangkat instruksi dasar, termasuk kapan harus tumbuh dan berkembang biak.

Perubahan struktur DNA dikenal sebagai mutasi. Hal ini dapat mengubah petunjuk yang mengendalikan pertumbuhan sel, yang berarti sel terus tumbuh dan bukannya berhenti saat seharusnya (tidak terkendali). Jika sel tersebut berkembang dan tidak terkendali, hal tersebut dapat menghasilkan benjolan jaringan yang disebut tumor.

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di leher rahim wanita. Serviks atau leher rahim merupakan bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan antara vagina dengan uterus atau rahim.

Grafik penderita penyakit kanker

Menurut data yang diberikan dari WHO 2012, kanker serviks menempati urutan ke 3 setelah kanker kolorektar dan kanker payudara. Dengan angka kasus 14% dan angka kematian 6,8% menunjukkan bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai.

Di negara kita, Indonesia. Setidaknya ada kasus baru yang muncul sekitar 40 hingga 45 dan 20-25 diantaranya meninggal dunia setiap harinya karena kanker serviks. Angka penderita kanker serviks dan angka kematian yang tinggi ini disebabkan karena keterlambatan penanganan, mengingat kanker serviks sendiri tidak dapat dikenali dan tidak menimbulkan gejala yang signifikan pada tahap awal.

Apa penyebab kanker serviks (kanker leher rahim)?

  • Human papilloma virus (HPV)

Human papilloma virus (HPV)

Lebih dari 95% kasus kanker serviks terjadi pada wanita yang sebelumnya telah terinfeksi HPV. HPV adalah sekelompok virus, bukan virus tunggal. Ada lebih dari 100 tipe yang berbeda.

HPV menyebar selama hubungan seksual dan jenis aktivitas seksual lainnya (seperti kontak kulit ke kulit dari daerah genital, atau menggunakan mainan seks) dan dianggap sangat umum. Diperkirakan bahwa 1 dari 3 wanita akan mengalami infeksi HPV dalam waktu dua tahun sejak mulai melakukan hubungan seks secara teratur, dan sekitar 4 dari 5 wanita akan mengalami infeksi pada beberapa titik dalam tubuh mereka.

Baca juga: Cara Memutihkan Wajah dan Cara Menghilangkan Jerawat

Beberapa jenis HPV tidak menimbulkan gejala yang nyata dan infeksi akan hilang tanpa pengobatan. Jenis HPV lainnya dapat menyebabkan kutil pada kelamin, meskipun jenis ini tidak terkait dengan peningkatan risiko yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Sekitar 15 jenis HPV dianggap berisiko tinggi terkena kanker serviks. Dua jenis yang diketahui memiliki risiko paling tinggi adalah HPV 16 dan HPV 18, yang menyebabkan sekitar 7 dari 10 akan menderita kanker serviks.

Jenis HPV berisiko tinggi diperkirakan mengandung materi genetik yang bisa dilewatkan ke sel serviks. Virus  ini mulai mengganggu kerja normal sel, yang pada akhirnya dapat menyebabkannya produksi sel tidak terkendali. Karena ketidakstabilan pertumbuhan sel dapat menyebabkan tumor kanker.

Catatan: Karena kebanyakan jenis HPV tidak menyebabkan gejala yang signifikan, sehingga banyak sekali wanita yang terkena infeksi virus HPV namun tidak menyadarinya.

Faktor resiko kanker serviks (kanker leher rahim)

Bahaya Rokok yang dapat menyebabkan kanker serviks

Setiap wanita memiliki risiko terkena kanker serviks dan ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks tersebut, yakni:

  1. Infeksi human papilloma virus – infeksi HPV dapat menyebabkan penderita mengalami gangguan kesehatan yang serius pada organ genital. Namun, virus ini tidak dapat menyerang organ dalam tubuh seperti ginjal, paru-paru, dan jantung. Infeksi HPV sendiri merupakan penyebab utama dari kanker pada organ genitalia wanita seperti ovari, endometrium, vagina dan serviks.
  2. Merokok– wanita yang merokok dua kali lebih mungkin terkena kanker serviks daripada wanita yang tidak. Hal ini disebabkan karena efek berbahaya dari bahan kimia yang ditemukan pada tembakau yang dapat merusak DNA pada sel jaringan leher rahim dan juga melemahkan sistem kekebalan tubuh (imun) dalam menahan infeksi virus HPV. Jadi, bagi Anda yang ingin mengurangi risiko kanker serviks, berhentilah untuk merokok.
  3. Memiliki sistem kekebalan yang lemah – hal ini dapat terjadi sebagai akibat dari penggunaan obat tertentu, seperti imunosupresan, yang digunakan untuk menghentikan tubuh menolak organ yang disumbangkan, atau sebagai akibat dari kondisi seperti HIV atau AIDS.
  4. Suka bergonta-ganti pasangan – Melakukan hubungan intim dengan lebih dari satu pasangan dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Ini disebabkan karena virus HPV yang terinfeksi pada leher rahim yang ditularkan dengan hubungan seksual.
  5. Konsumsi kontrasepsi oral (pil KB) dalam jangka panjang – Seorang wanita yang rutin mengkonsumsi pil KB dalam jangka panjang atau lebih dari 5 tahun memiliki risiko 2x lebih besar mengidap kanker serviks.
  6. Kelebihan berat badan (obesitas) – Bagi wanita yang memiliki kelebihan berat badan dapat beresiko lebih tinggi mengidap adenokarsinoma kanker.
  7. Faktor kehamilan – Kehamilan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingginya risiko kanker serviks. Wanita yang hamil dibawah usia 17 tahun mempunyai risiko 2x lebih tinggi daripada wanita yang hamil diatas usia 25 tahun.Wanita yang pernah mengalami kehamilan hingga kelahiran 3 kali atau lebih tanpa mengalami keguguran, mempunyai risiko lebih tinggi terkena kanker serviks karena perubahan sistem hormonal yang tidak menentu dan lemahnya kekebalan tubuh ketika masa kehamilan.
  8. Mempunyai riwayat kanker serviks di anggota keluarga – Sama seperti kanker-kanker lainnya, kanker serviks juga dapat diturunkan secara genetis. Apabila seorang wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan yang mengidap/terkena kanker leher rahim ini, sudah dapat dipastikan bahwa ia mempunyai risiko 2-3 kali lebih tinggi untuk terkena kanker serviks. Hal ini kemungkinan besar karena faktor ketidakmampuan tubuh untuk menangkal infeksi virus HPV yang diturunkan pada generasi selanjutnya.

Penyebaran kanker serviks

Jika kanker serviks tidak terdiagnosis dan tidak diobati, perlahan-lahan akan menyebar dari serviks dan masuk ke jaringan dan organ sekitarnya. Kanker bisa menyebar ke vagina dan otot-otot sekitarnya yang menopang tulang panggul. Sebagai alternatif, ia dapat menyebar ke atas, menghalangi tabung yang mengalir dari ginjal ke kandung kemih Anda (ureter).

hpv virus penyebab kanker serviks

Kanker kemudian dapat menyebar ke kandung kemih Anda, rektum (bagian belakang) dan akhirnya masuk ke hati, tulang dan paru-paru Anda. Sel kanker juga bisa menyebar melalui sistem limfatik Anda. Sistem limfatik adalah rangkaian nodus (kelenjar) dan saluran yang menyebar ke seluruh tubuh Anda dengan cara yang mirip dengan sistem sirkulasi darah.

Kelenjar getah bening menghasilkan banyak sel khusus yang dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh Anda (pertahanan alami tubuh terhadap infeksi dan penyakit). Jika Anda memiliki infeksi, nodus di leher atau di bawah ketiak bisa menjadi bengkak.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat dan Cara Menghilangkan Bau Mulut

Pada beberapa kasus kanker serviks dini, kelenjar getah bening yang dekat dengan serviks mengandung sel kanker. Pada beberapa kasus kanker serviks stadium lanjut, kelenjar getah bening di dada dan perut bisa terpengaruh.

Tahapan-tahapan kanker serviks

Setelah tubuh terinfeksi virus HPV yang menyebar hingga bagian dalam jaringan. Selanjutnya akan dimulai tahapan perkembangan jaringan kanker. Terdapat beberapa stadium atau tingkatan yang menyatakan perkembangan jaringan kanker pada serviks atau leher rahim.

Tahapan Kanker Serviks

Tingkatan ini dipengaruhi dari keparahan suatu kanker dan penanganan yang wajib dilakukan. Berikut inilah tahapan-tahapan perkembangan sel kanker pada serviks atau leher rahim wanita:

Tahap Awal IA

Pada dinding rahim yang normal tidak ditemukan adanya pembengkakan pada jaringan sel. Pada tahap awal inilah perkembangan kanker dimulai dari pembengkakan yang berada pada ujung leher rahim yang tempatnya berada dekat dengan vagina. Kanker pada tahap awal tidak menunjukkan gejala yang sangat fatal dan sangat sulit untuk dikenali.

Ketika tahap 1A ini jaringan kanker masih berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Jaringan kanker pada tahap awal 1A biasanya berukuran sekitar 3-5 milimeter (mm) dengan diameter kurang dari 7mm.

Tahap akhir IB

Pada tahap ini jaringan kanker akan mulai membesar. Namun, masih berada dalam jaringan serviks dan ukuran dari jaringan kanker pada tahap IB tidak lebih dari 4cm (centimeter).

Tahap IIA dan IIB

Ketika kanker serviks berada pada tahap II, jaringan kanker akan mulai menyebar ke area lain yang berada dekat dengan jaringan kanker tersebut dan terus menginfeksi jaringan hingga diluar leher rahim. Ketika berada ditahap ini, akan dibagi menjadi dua bagian yakni tahap IIA dan IIB

Pada tahap IIA, jaringan kanker akan mulai tumbuh pada bagian atas vagina dan biasanya untuk menangani kasus ini dilakukan dengan operasi pengangkatan jaringan tumor yang digabungkan dengan kemoradiasi dan kemoterapi.

Baca juga: Manfaat Lidah Buaya dan Gejala Demam berdarah

pada tahap IIB, kanker tersebut sudah menginfeksi hingga jaringan diluar leher rahim dan vagina. Hal ini sangat berisiko untuk menyebarkan sel kanker pada orang lain melalui darah. Pada tahap IIB, pasien penderita kanker serviks biasanya hanya bisa menjalani pengobatan kemotarapi dan kemoradiasi saja.

Gejala Kanker Serviks

Selama tahap awal kanker serviks seringkali tidak ada gejala sama sekali namun gejala tersebut muncul dan terjadi pada tahapan akhir perkembangan sel kanker pada organ genital. Berikut gejala-gejala kanker serviks:

gejala kanker serviks

  • Perdarahan yang tidak biasa

Jika Anda melihat perdarahan vagina yang tidak biasa pada titik apapun, ini bisa menjadi tanda kanker serviks. Perdarahan yang tidak biasa akan terjadi setelah hubungan seksual, pendarahan paska menopause, hingga menstruasi yang tidak normal dan berkepanjangan. Apabila anda mengalami pendarahan yang tidak normal (abnormal) seperti yang dijelaskan diatas, ada baiknya anda segera melakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pendarahan tersebut.

  • Vagina mengeluarkan cairan yang tidak normal

Tubuh manusia (wanita) menghasilkan cairan untuk melumasi bagian dalam vagina. Namun, jika ditemukan atau mengalami darah pada cairan vagina atau keputihan yang berlebih pada vagina, ada baiknya anda segera melakukan pengecekan pada dokter anda.

  • Kaki mengalami pembengkakan

Ketika pasien penderita kanker serviks mengalami gejala pembengkakan pada kaki. Gejala tersebut menunjukkan bahwa kanker telah memasuki stadium lanjut.

  • Nyeri  punggung

Bagi pasien penderita kanker serviks akan merasakan nyeri yang teramat mengganggu pada bagian punggung mereka. Gejala ini identik terjadi ketika pasien menderita kanker pada stadium lanjut dan menandakan bahwa jaringan kanker telah meluas ke bagian luar leher rahim/serviks.

  • Pusing dan mudah lelah

Pada stadium lanjut ini, penderita kanker serviks akan sering mengalami yang namanya kelelahan dan pusing. Kondisi ini dapat membuat pasien menjadi semakin buruk hingga menyebabkan pasien kehilangan kesadaran (pingsan) jika tidak segera dilakukan penanganan yang tepat.

  • Nyeri pada perut

Ketika seseorang menderita kanker serviks, tidak hanya mengalami nyeri punggung saja. Penderita juga akan mengalami dan merasakan sakit dan nyeri pada bagian perut. Hal tersebut disebabkan karena kekebalan dalam tubuh yang menghasilkan zat prostaglandin saat menangkal infeksi dan zat ini dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada perut penderita kanker.

  • Turunnya berat badan secara signifikan

Bagi penderita kanker stadium akhir akan mengalami cachexia, yaitu hilangnya berat badan serta massa otot tubuh. Kondisi ini biasanya disertai dengan hilangnya rasa nafsu makan dan tubuh akan menjadi lemas. Terjadinya cachexia karena metabolisme dalam tubuh yang terganggu oleh jaringan kanker dan ini juga dapat terjadi karena efek pengobatan kemoterapi.

Pencegahan Kanker Serviks

Meskipun belum diketahui dan ditemukan secara pasti bagaimana cara mencegah kanker serviks. Tetapi kita dapat mencegah kanker dengan mengontrol faktor-faktor penyebab kanker serviks. Inilah cara untuk mencegah timbulnya kanker serviks:

Melakukan Screening

Health Screening

Karena kanker serviks biasanya berkembang perlahan dan tidak memiliki gejala pada tahap awal, Screening kanker serviks atau dikenal pap smear wajib dilakukan guna mendeteksi perubahan sel dini dan dianjurkan untuk semua wanita berusia 20 sampai 70 tahun yang pernah aktif secara seksual.

Sementara kanker serviks bisa berkembang pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual, sangat jarang terjadi. Biasanya, smear serviks diambil setiap tiga tahun kecuali jika sebelumnya smear telah mengindikasikan adanya sel abnormal, dalam hal ini smear lebih sering dilakukan.

Saat memeriksa smear serviks dokter mencari sel abnormal yang bila tidak diobati pada akhirnya bisa berkembang menjadi kanker. Sementara sel abnormal kadang tidak terdeteksi, jika smear diulang pada waktu yang dianjurkan, kemungkinan pada pemeriksaan berikutnya setiap sel abnormal akan terdeteksi.

Perubahan abnormal pada sel serviks disebut sebagai displasia. Ini bukan kanker tapi bisa berkembang menjadi kanker jika tidak diobati. Displasi dikategorikan sebagai:

  • Low grade squamous intraepithelial lesions (LSIL) – sedikit perubahan yang biasanya diatasi dalam 12 bulan, dan
  • High-grade squamous intraepithelial lesions (HSIL) – perubahan lebih serius yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut dan terkadang berakhir dengan melakukan pengobatan.

Melakukan hubungan intim dengan cara yang aman

Virus HPV merupakan penyebab utama kanker serviks yang disebarkan melalui hubungan seksual. Oleh karena itu, usahakan untuk menghindari hubungan seksual lebih dari 1 pasangan ataupun anal sex.

Hindari kehamilan dibawah umur

Wanita hamil yang berada pada usia dibawah umur sangat tidak dianjurkan karena hal tersebut sangat berpotensi mengakibatkan kanker serviks dan beberapa resiko penyakit lainnya. Usia wanita yang dianjurkan untuk memulai masa kehamilan adalah diatas 25 tahun.

 Mengatur ideal berat badan

berat badan ideal

Kunci utama dari tubuh sehat adalah berat badan yang normal dan ideal. Mulailah untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah serta lakukan aktivitas berolahraga secara rutin untuk menghindarkan tubuh anda dari penyakit kanker serviks.

Hindari hal yang berhubungan dengan rokok

Kanker serviks dan beberapa penyakit lainnya akan sangat mudah menyerang seorang wanita perokok. Sebisa mungkin untuk selalu menghindari hal yang berhubungan dengan rokok, seperti asap rokok DLL. Meskipun anda bukanlah perokok aktif, menghirup zat kimia yang berasal dari asap rokok dapat meningkatkan resiko terkena kanker.

Demikian informasi dari BebasJerawat.info mengenai penyebab dan gejala kanker serviks serta pencegahannya. Penyakit kanker tidak bisa muncul secara tiba-tiba. Ada baiknya bila anda melakukan pencegahan atau antisipiasi sejak dini agar hidup anda terbebas dari resiko penyakit kanker serviks yang berbahaya bagi masa depan anda.