Mengenal Penyakit Diabetes: Penyebab dan Gejala Diabetes Serta Tips Pencegahannya

Posted on
Gejala dan Penyebab Diabetes Mellitus
Gejala dan Penyebab Diabetes Mellitus

Diabetes – Diabetes atau diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis jangka panjang yang dapat membuat tubuh penderitanya mengalami kelainan dalam mengoperasikan energi yang didapatkan dari makanan. Diabetes sendiri terdiri menjadi 3 tipe yakni diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional.

Apa yang Anda ketahui tentang diabetes itu sendiri? Apakah diabetes itu penyakit sejenis dengan kencing manis? atau penyakit yang terdapat glukosa dalam darah? yap benar, Diabetes adalah sebuah penyakit dimana kondisinya disebabkan karena kurangnya atau ketidakcukupan pasokan insulin pada tubuh sang penderita. Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Hormon ini menjadi peran penting untuk sel tubuh kita yang kemudian membuat gula (glukosa) dapat masuk kedalam sel tubuh kita.

Tubuh normal kita secara otomatis dapat menjaga kadar gula darah pada tingkatan normal. Setelah kita mengkonsumsi makanan dengan kandungan gula dan karbohidrat akan segera diserap oleh darah dengan sangat cepat. Jumlah gula dan karbohidrat yang diserap darah tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Disinilah dua hormon dalam tubuh kita bekerja, yakni hormon glukagon dan hormon insulin yang diproduksi melalui pankreas yang berguna untuk mengontrol kadar gula dalam darah kita.

Berbeda dengan para penderita penyakit diabetes, pankreas pada tubuh memproduksi lebih sedikit insulin yang mengakibatkan gula pada darah tidak dapat masuk ke otot dan sel lain dalam tubuh ketika memproduksi energi. Apabila hal tersebut terjadi, gula akan tertimbun pada aliran darah tubuh yang kemudian dapat menyebabkan tingginya kadar gula darah atau diabetes dalam tubuh.

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 merupakan salah satu penyakit yang memiliki tingkat kasus yang tergolong jarang. Kurang lebih hanya 10% kasus dari seluruh penderita diabetes yang mempunyai kasus penyakit diabetes tipe 1. Atau bisa kita golongkan dari 10 penderita diabetes, diperkirakan hanya sekitar 1 orang yang kemungkinan mengidap diabetes tipe 1.

diabetes tipe 1

Penyebab Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 sendiri adalah jenis diabetes yang diakibatkan karena kelainan pada organ tubuh sang penderita. Pada penderita diabetes tipe 1 mempunyai antibodi pada tubuhnya yang dapat menyerang pankreas yang hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada pankreas yang membuat pankreas tidak dapat memproduksi lagi insulin.

Ada beberapa bentuk cara yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 1, yakni dengan mensuplai insulin melalui luar tubuh yang berupa tablet insulin ataupun suntikan insulin. Meski demikian, pemberian insulin yang sering digunakan masyarakat umum adalah suntikan insulin. Ini juga disebabkan karena suplai insulin berupa tablet yang akan dicerna didalam perut seperti makanan yang kemungkinan besarnya tidak dapat masuk kedalam darah pasien penderita diabetes tipe 1.

Bagi penderita diabetes tipe 1 biasanya para penderita diajarkan bagaimana cara menyuntikkan tubuh mereka dengan insulin. Penyuntikan ini identik dilakukan pada bagian tubuh yang memiliki lapisan lemak lumayan tebal seperti di perut dan paha.

Baca juga: Cara Menghilangkan Jerawat dan Cara Menghilangkan Komedo

Gejala Diabetes Tipe 1

1. Gula darah tinggi

Dalam ilmu kedokteran, gula darah tinggi biasa disebut dengan hiperglikema yang merupakan kunci utama penyebab diabetes yang terjadi pada seseorang. Hiperglikema sendiri terbagi menjadi 2 golongan, yakni postprandial hyperglycemia dan fasting hyperglycemia.

postprandial hyperglycemia adalah kondisi dimana gula darah mencapai lebih dari 180mg/dL (milligram per desiliter) setelah 2 jam penderita diabetes mengkonsumsi makanan. Sedangkan Fasting hyperglycemia adalah keadaan dimana gula darah mencapai 130mg/dL dengan kondisi dimana penderita diabetes tidak makan ataupun minum selama kurang lebih 8 jam.

2. Berat badan yang menurun

Hilangnya berat badan tubuh atau turunnya berat badan merupakan hal yang normal. Tetapi, apabila berat badan menurun secara drastis, hal tersebut bisa menjadi salah satu tanda dan gejala penyakit diabetes. Bagi penderita diabetes, kekurangan insulin menjadi penyebab utama tubuh tidak dapat memperoleh energi dari makanan. Faktor inilah yang menyebabkan tubuh mulai membakar cadangan lemak untuk diubah menjadi energi. Dan dari sinilah tubuh mulai kehilangan berat badannya.

3. Selalu merasa lapar

Dalam dunia kedokteran, terdapat istilah yang disebut dengan polyphagia atau rasa lapar yang berlebihan. Rasa lapar bagi penderita diabet umumnya disebabkan karena rangsangan obat-obatan yang dikonsumsi oleh pasien penderita diabetes yang menyebabkan kadar gula darah menurun.

4. Selalu merasa haus

Keadaan dimana seseorang merasa haus berlebihan dalam dunia kedokteran disebut dengan Polydipsia . Hal ini biasanya disebabkan karena beberapa hal, diantaranya karena mual dan muntah, diare, dehidrasi, dan kehilangan darah.

Faktor Risiko Terserang Diabetes Tipe 1

1. Faktor Keturunan atau Genetik

Ini adalah faktor terkuat bagi penderita diabetes tipe 1 karena faktor genetik dan riwayat keluarga adalah faktor utama yang sangat berpengaruh yang dapat membuat seseorang mempunyai risiko lebih tinggi terserang penyakit diabetes tipe 1 karena turunan genetik tersebut. Apabila dalam keluarga Anda memiliki penyakit diabetes tipe 1, saran bebasjerawat untuk Anda adalah sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan pada diri Anda kepada dokter spesialis diabetes.

2. Faktor usia dibawah 14 tahun

Meski diabetes tipe 1 dapat menyerang semua orang tanpa pandang usia, sebagian besar penderita diabetes tipe 1 terdeteksi pada anak dengan rentang usia 4-7 tahun dan anak berusia 10-14 tahun.

Baca juga: Cara Menghilangkan Jerawat Batu dan Cara Memutihkan Wajah

Komplikasi Akibat Diabetes Tipe 1

1. Mengalami gagal ginjal
2. Penyakit jantung serta pembuluh darah (kardiovaskuler)
3. Diabetes Retinopati
4. Luka pada kaki akibat diabetes

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih umum terjadi. Kurang lebih 90% penderita penyakit diabetes di dunia terserang diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2

Penyebab Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 berbeda jauh dengan diabetes tipe 1. Diabetes tipe 2 terjadi akibat pankreas yang dapat memporduksi insulin tapi dalam jumlah sedikit atau bahkan sama sekali tidak memproduksi insulin. Diabetes tipe 2 juga dapat terjadi akibat dari tubuh yang tidak dapat merespon dengan baik mengenai insulin yang kemudian dapat menyebabkan kondisi yang biasa disebut dengan “resistansi insulin“.

Saat dimana kondisi tubuh tidak mempunyai insulin yang cukup untuk dibutuhkan atau insulin tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya, gula (glukosa) tidak akan dapat masuk kedalam sel tubuh yang dapat mengakibatkan dampak penumpukan pada aliran darah. Saat terjadinya penumpukan gula pada aliran darah dalam tubuh, inilah yang akan menjadi penyebab utama kerusakan pada berbagai macam organ tubuh lainnya.

Diabetes tipe 2 akan lebih cenderung berisiko menyerang pada seseorang yang berusia 45 tahun atau lebih tua. Tidak hanya itu, riwayat penyakit keluarga juga menjadi faktor dominan yang dapat mempengaruhi. Terdapat beberapa penelitian yang sudah membuktikan bahwa etnis Asia mempunyai risiko lebih tinggi menderita diabetes tipe 2 daripada etnis Amerika.

Gejala Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 memiliki jenis gejala yang pada umumnya hampir sama seperti gejala diabetes tipe 1, yakni seperti rasa kehausan yang berlebihan, menurunnya berat badan secara drastis, urin yang keluar lebih banyak daripada keadaan biasanya, dan pastinya tubuh mudah sekali merasa kelelahan.

Biasanya, penderita diabetes tipe 2 mengalami yang namanya kenaikan kadar gula darah yang sangat tinggi karena pasien makan terlalu banyak dan juga tidak adanya kontrol untuk konsumsi obat secara teratur.

Komplikasi Akibat Diabetes Tipe 2

Berhati-hatilah dengan tingginya kadar gula darah Anda pada tubuh karena apabila dibiarkan dalam jangka waktu yang cukup lama dapat menyebabkan kerusakan pada pembulu darah (cardiovascular disease) dan jantung, mata, ginjal serta berbahaya juga untuk kehamilan Anda. Tidak hanya itu saja, diabetes tipe 2 juga dapat menyebabkan gangguan pada fungsi saraf dan pastinya memperlama proses penyembuhan luka fisik.

Penanganan yang Tepat Untuk Penderita Diabetes

1. Rajin Berolahraga

Selama proses berolahraga, sudah pasti kebutuhan asupan oksigen pada tubuh kita akan meningkat dan akan semakin tinggi apabila olahraga untuk membentuk otot tubuh. Sebuah asosiasi dari Amerika Serikat menyarankan untuk orang normal tanpa menderita penyakit diabetes untuk melakukan olahraga mulai dari pemanasan hingga pendinginan tubuh. Proses pemanasan yang wajib dilakukan minimal 5-10 menit dengan melakukan aktivitas seperti berjalan santai, bersepeda, dll. Setelah Anda melakukan pemanasan, lakukanlah gerakan peregangan selama 5-10 menit, dan yang kemudian ditutup dengan gerakan pendinginan yang memiliki waktu yang sama.

Untuk penderita diabetes tipe 1, usahakan untuk menghindari olahraga ketika kadar gula darah dala tubuh Anda melebihi 250mg/dL. Penderita juga harus rajin mengontrol kadar gula darah sebelum atau sesudah melakukan aktivitas olahraga. Jangan lupa juga untuk mengamati respon tingkat kadar gula darah pada berbagai macam jenis olahraga yang berbeda juga.

Untuk penderita diabetes tipe 2, sangat dianjurkan terlebih dahulu untuk melakukan analisis terhadap jenis olahraga yang dibutuhkan dan juga didasarkan dari komplikasi lain yang penderita diabetes tipe 2 miliki.

2. Diet yang tepat untuk penderita diabetes

Diet yang tepat akan sangat membantu penderita diabetes untuk menjaga kadar gula darahnya. Penderita diabetes setidaknya wajib konsumsi makanan dan menerima asupan nutrisi yang tepat.

Pasien diabetes harus rajin konsumsi buah dan sayur setidaknya 5 porsi sehari. Selain itu, makanan yang mengandung serat juga dibutuhkan oleh pasien penderita diabetes seperti nasi, kentang, pasta dan juga roti. makanan yang mengandung karbohidrat juga penting karena karbohidrat yang dipecah dapat menghasilkan glukosa. Anda juga dapat mengkonsumsi roti gandum dan beras merah sebagai bahan opsional pengganti nasi.

3. Melakukan terapi insulin

National Institutes of Health atau disingkat NCBI menyatakan bahwa terapi insulin merupakan cara terakhir yang dilakukan selama 10-15 tahun setelah pasien didiagnosa menderita penyakit diabetes. Hal ini juga disebabkan karena rasa sakit yang akan dialami selama proses penyuntikan, bertambahnya berat badan serta menurunnya kadar gula darah atau disebut hypoglycemia.

4. Mengkonsumsi obat antidiabetes

Cara ke empat ini merupakan cara yang paling umum dilakukan para penderita diabetes dunia. Beberapa obat diabetes bekerja dengan cara yang cukup berbeda-beda. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter Anda dan lakukan terus pengawasan mengenai kadar gula darah Anda setiap saat ketika mengkonsumsi obat antidiabetes.

Cara Mencegah Diabetes Secara Tepat

Ada beberapa cara yang telah dilakukan secara mudah dan tepat untuk mencegah diabetes. Cara ini dikutip melalui School of public Health Harvard, Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit diabetes menyerang Anda:

1. Wajib melakukan kontrol berat badan. Seorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas akan memiliki risiko terkena diabetes sebesar 20-40 kali dari orang yang mempunyai berat badan ideal. Di lain hal, mengontrol berat badan akan dapat menurunkan risiko Anda terserang diabetes sebesar 7-10%.

2. Lakukan olahraga secara teratur. Berolahraga tidak hanya menurunkan berat badan saja tetapi juga dapat menurunkan tingkat stress pada organ tubuh yang mempunyai hasil positif karena dapat membantu organ-organ tubuh untuk bekerja lebih optimal.

3. Lakukan Diet sehat yakni dengan mengkonsumsi sayur dan buah-buahan secara teratur.

4. Bagi anda seorang perokok aktif, mulailah untuk berhenti merokok. Rokok adalah salah satu penyebab utama komplikasi pada seluruh bagian organ tubuh kita. Seseorang yang sudah memiliki tingkat kecanduan yang cukup tinggi memiliki risiko 50% lebih tinggi terserang penyakit diabetes daripada mereka yang tidak merokok.

Diabetes pada Ibu Hamil (Diabetes Gestasional)

Diabetes pada Ibu Hamil (Diabetes Gestasional)

Ketika masa hamil, tubuh secara otomotis akan meningkatkan daya tahan terhadap insulin/resistansi insulin dan pastinya akan meningkatkan sekresi insulin dari pankreas untuk perkembangan kehamilan. Proses daya tahan terhadap insulin ini akan terjadi ketika pertengahan masa kehamilan dan akan terus terjadi hingga akhir masa kehamilan. Tubuh seorang ibu hamil akan melakukan sekresi insulin 200-250% untuk menjaga tingkat gula darah dalam tubuhnya, dan apabila tingkat sekresi insulin tersebut lebih rendah dari yang seharusnya, ibu hamil tersebut akan terserang penyakit diabetes gestasional.

diabetes gestasional sendiri dapat kita golongkan menjadi 3 bagian, yankni monogenik (keturunan), autoimun (keadaan dimana sistem kekebalan tubuh mengelami yang namanya gangguan dan setelah itu menyerang jaringan tubuh sendiri), dan yang terakhir adalah adanya riwayat keluarga yang pernah menderita resistansi insulin atau daya tahan terhadap insulin.

Cara Penanganan Diabetes Gestasional

1. Konsumsi makanan yang seimbang

Ketika Anda mengetahui bahwa Anda telah didiagnosis penderita diabetes gestasional, Anda wajib melakukan konsultasi kepada ahli gizi untuk membuat rencana makan yang tepat dan sehat untuk Anda. Anda pun dapat belajar bagaiaman cara yang tepat mengatasi dan membatasi jumlah karbohidrat yang Anda konsumsi sebagai salah satu cara mengontrol gula darah Anda.

2. Melakukan aktivitas olahraga yang teratur

Melakukan aktivitas olahraga ketika masa hamil sangatlah dianjurkan karena hal ini dapat membantu insulin dalam tubuh Anda bekerja lebih baik dan dapat mengontrol kadar gula darah. Cobalah untuk melakukan olahraga 30 menit sehari, minimal 5 hari dalam seminggu. Dan apabila Anda belum pernah melakukan aktivitas olahraga sebelumnya, lakukan konsultasi dengan dokter Anda untuk berjaga-jaga.

3. Lakukan pemeriksaan kadar gula darah

Cobalah untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah Anda secara teratur. Dengan pemantauan secara rutin untuk kadar gula darah Anda, dengan tujuan dapat mencegah gula darah rendah dan juga gula darah tinggi. Jangan lupa juga lakukan konsultasi kepada dokter Anda mengenai seberapa sering Anda wajib melakukan pemeriksaan gula darah.

4. Terapi Insulin

Cara yang terakhir adalah dengan melakukan terapi insulin apabila hal ini dibutuhkan (lakukan terapi ini sesuai dengan instruksi dari dokter ataupun pakar nutrisi). Jangan melakukan tanpa ada anjuran dari para ahli medis.