Gejala Demam Berdarah (DBD)

demam berdarah

Kita akan membahas secara lengkap mengenai salah satu penyakit yang sangat popular di Indonesia, yakni demam berdarah dengue atau biasa dikenal dengan DBDyang mana menjadi salah satu penyakit menular yang biasanya terjadi ketika musim hujan. Demam berdarah atau DBD sendiri disebabkan karena adanya infeksi salah satu dari 4 virus dengue (terbagi menjadi tipe 1,2,3, dan 4) dari family flaviviridae yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty.

Demam berdarah juga ditandai dengan rendahnya kadar trombosit atau keping-keping darah dalam tubuh kita. Hal inilah yang disebabkan oleh virus dengue karena menyerang sumsum tulang belakang yang dapat memproduksi trombosit. Kadar trombosit pada pasien yang terserang demam berdarah biasanya kurang dari 100.000. Karena rendahnya trombosit pada tubuh dapat menyebabkan darah dalam tubuh tidak dapat mempertahankan kekentalannya sehingga darah dapat keluar melalui pori-pori kulit dan menyebabkan pendarahan yang berbahaya untuk tubuh.

World Health Organization (WHO) memaparkan data mengenai demam berdarah yang merupakan salah satu penyakit yang cukup fatal dan mempunyai angka kematian yang cukup tinggi. Kasus dengan penyebab penyakit demam berdarah diantaranya 30 kematian dari 100 kasus. Demam berdarah digolongkan sebagai salah satu penyakit yang paling cepat menyebar dan menular di dunia.

Menurut data dariWHO juga, Asia Pasifik menanggung 75 persen dari beban dengue di dunia antara tahun 2004 hinga 2010. Sedangkan Indonesia dilaporkan sebagai negara dengan peringkat ke-2 dengan kasus DBD terbesar dari 30 negara wilayah endemis.

Pada tahun 2007, angka dari kasus demam berdarah dengue di Indonesia mencapai 150.000, dengan 25.000 kasus dilaporkan berasal dari Jawa Barat dan Ibukota Jakarta. Kasus DBD ini menjadi angka tertinggi yang pernah dicatat dalam sejarah penularan penyakit DBD di dunia.

Indonesia merupakan negara dengan dua musim iklim tropis dan penghujan. Sedangkan nyamuk Aedes aegepty merupakan mahkluk yang banyak hidup di lingkungan dengan iklim tropis, oleh sebab itulah kenapa Indonesia menjadi salah satu negara dengan resiko terjangkit demam berdarah tertinggi.

grafik demam berdarah (DBD)
grafik demam berdarah (DBD)

Tabel diatas menunjukkaan jumlah kasus penderita demam berdarah yang cenderung naik atau meningkat setiap tahunnya. Peningkatan dari jumlah kasus DBD khususnya untuk negara Indonesia biasanya dikarenakan lambatnya penanganan atau pencegahan dari kasus demam berdarah karena sulitnya menentukan diagnosa berdasarkan gejala yang ditimbulkan.

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)

Gejala Demam Berdarah dengue

Apabila nyamuk Aedes aegepty menghisap darah seseorang, nyamuk tersebut akan menstransfer virus dengue kedalam tubuh orang yang dihisap darahnya tersebut. Setelah itu, virus yang masuk kedalam tubuh akan mengalami yang namanya masa inkubasi selama 3-10 hari. Pada awalnya memang sebagian besar pasien demam berdarah tidak menunjukkan gejala DBD apapun atau hanya mengalami penyakit demam ringan.

Gejala demam berdarah atau DBD terkadang sangat sulit untuk kita kenali dan tidak jarang juga dokter salah mendiagnosa gejala DBD sebagai penyakit lain seperti tipes. Untuk kamu yang ingin tahu gejala apa saya yang biasa dialami oleh pasien demam berdarah agar dapat melakukan penanganan dini terhadap penyakit ini dapat kamu simak dibawah ini!

1. Demam Tinggi

Demam merupakan salah satu indikasi seseorang akan mengalami gangguan dalam tubuhnya, termasuk ketika virus dengue menyerang tubuh seseorang. Sebetulnya, demam merupakan salah satu mekanisme alami kekebalan sebagai tanda bahwa tubuh kita sedang memberikan perlawanan terhadap infeksi pathogen. Tubuh secara otomatis akan meningkatkan temperatur maksimal untuk membunuh bakteri ataupun virus pathogen yang masuk kedalam tubuh kita.

Pada seorang pasien penderita demam beradarah akan mengalami beberapa fase yang biasa dikenal sebagai fase pelana kuda.

  • Fase pertama: Biasanya terjadi pada tiga hari setelah masa inkubasi. Pasien DBD akan mengalami demam yang sangat tinggi hingga temperatur tubuh mencapai 40°C.
  • Fase Kedua: demam akan mengalami penurunan, tetapi meskipun demam tersebut turun, fase ini adalah fase yang sangat kritis dan riskan karena pasien ataupun keluarga menganggap bahwa demam yang dialaminya telah sembuh dan inilah yang menjadi faktor keterlambatan penanganan terhadap pasien DBD.
  • Fase ketiga: adalah fase dimana tubuh kita mengalami demam tinggi dan kadar trombosit mulai meningkat, dan biasanya fase ini disebut dengan fase penyembuhan.

2. Sakit Kepala

Seorang pasien penderita demam berdarah identik mengalami sakit kepala hebat. Sakit kepala ini merupakan salah satu tanda ataupun gejala suatu penyakit yang disebabkan infeksi virus.

Ketika tubuh terinfeksi virus, sudah pasti imun atau atau kekebalan tubuh kita akan secara otomatis memproduksi interferon dan zat kimia lain yang dapat memicu timbulnya rasa sakit di kepala.

Ketika Anda sedang mengalami keadaan dimana tubuh Anda mengelami demam dan disertai dengan sakit kepala dalam waktu yang bersamaan terutama bagi anak-anak, dan ini terjadi dalam waktu yang cukup panjang maka sangat disarankan untuk segera membawa ke dokter agar mendapatkan pertolongan pengobatan. Alasan utama kenapa sangat kami sarankan untuk Anda membawa ke dokter agar segera diobati karena sistem kekebalan tubuh anak-anak belum cukup untuk bisa melindungi dirinya dari serangan berbagai macam virus terutama virus DBD.

3. Mual

gejala demam berdarah antara lain mual

Gejala demam berdarah lain yang ditunjukkan atau ditimbulkan karena infeksi virus dengue adalah mual atau istilah medis dalam dunia kedokteran disebut nausea. Ketika virus dengue ini menginfeksi tubuh, lambung secara otomatis akan mengeluarkan lebih banyak asam lambung sebagai bentuk respon terhadap kekebalan tubuh. Naiknya asam lambung yang berlebihan dan tiba-tiba inilah yang membuat seorang pasien DBD mual dan perasaan ingin muntah.

4. Sakit perut

Seorang pasien DBD juga akan mengalami rasa sakit pada perut yang disebabkan karena luka oleh infeksi ulu hati. Biasanya seorang pasien yang memiliki gejala demam berdarah ini akan merasakan sakit perut yang hebat sebelum mengalami pendarahan.

5. Muntah

Karena meningkatnya kadar asam dalam lambung yang disebabkan oleh infeksi virus dangeu sebagai bentuk perlindungan terhadap kekebalan tubuh dapat menyebabkan pasien mual dan muntah-muntah.

6. Nyeri Otot

gejala demam berdarah antara lain nyeri otot

Sama seperti penyakit malaria, nyeri otot juga merupakan salah satu bentuk gejala demam berdarah. Ketika tubuh terinfeksi virus dengue, sistem kekebalan akan menghasilkan histamin, cytokine, dan protein lainnya yang dapat menangkal kerusakan dan juga dapat mengalahkan infeksi virus tersebut. Akan tetapi, kadar protein yang dikeluarkan oleh tubuh terlalu tinggi dan dapat menyebabkan nyeri otot terutama pada pasien demam berdarah.

7. Ruam Merah atau Bercak

Demam, sakit kepala, dan juga ruam merah merupakan tiga gejala utama dari penyakit demam berdarah. Ruam merah biasanya muncul pada kulit pasien DBD ketika tubuh berada pada fase pertama demam tinggi.

Ruam merah juga biasanya muncul pada area dada, leher, hingga wajah yang kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain.

8. Gusi Berdarah

Kenapa disebut demam berdarah karena penyakit ini dapat menyeabkan pendarahan pada beberapa bagian tubuh, salah satunya adalah gusi. Ketika tubuh terinfeksi virus dengue, pembuluh darah akan menjadi sangat rentan dan sudah pasti dengan mudah pecah karena rendahnya permeabilitas dinding pembuluh darah tersebut.

Biasanya seorang pasien dengan gejala demam berdarah ini, disarankan untuk tidak menggosok gigi ataupun menyentuh gusi.

9. Diare

diare

Penyakit diare dapat menjadi salah satu bentuk gejala demam berdarah akibat infeksi virus dengue, meskipun sangat jarang ditemukan seorang pasien DBD mengalami gejala ini. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, hanya 6 persen dari pasien penderita demam berdarah yang mengalami diare.

Infeksi virus dengue sendiri dapat menyebabkan masalah pada pencernaan dan penyerapan air pada usus besar sehingga pasien penderita demam berdarah mengalami diare.

Apabila seseorang yang mengalami satu atau beberapa gejala yang sudah dijelaskan oleh BebasJerawat diatas, alangkah baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Apabila kamu terkena demam, sebaiknya diberi paracetamol ataupun obat pereda demam yang lain. Hindari konsumsi atau memberikan aspirin pada pasien yang mengalami demam akbit infeksi virus dengue.

Wajib diingat selalu bagi penderita demam berdarah untuk selalu menjaga cairan dalam tubuh dengan mengkonsumsi cukup air putih dan larutan ion. Usahakan pasien untuk mendapatkan istirahat yang cukup untuk mempercepat proses penyembuhan tubuh.

Pencegahan Terhadap Demam Berdarah Dengue

pencegahan demam berdarah (DBD)

Pencegahan wabah demam berdarah dapat kamu lakukan dengan mengajaga kebersihan lingkungan tempat tinggal kamu. Berikut ini hal-hal yang harus kamu lakukan guna mencegah dan memberantas wabah demam berdarah:

1. Tutup bak penampung air

Hal ini bertujuan untuk mencegah nyamuk masuk kedalam bak. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa nyamuk sangat suka terhadap air atau genangan air untuk tempat bertelur mereka.

2. Gunakan insektisida

Apabila nyamuk sudah terlanjur bertelur dalam bak dan muncul jentik-jentik nyamuk di dalam air, kamu dapat membunuh mereka dengan menggunakan bubuk abate yang berguna sebagai insektisida atau pembasmi serangga.

3. Memelihara ikan kecil

Ikan sangat berguna untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk karena ikan nantinya akan memakan jentik-jentik nyamuk yang ada di dalam bak air.

4. Buang benda yang dapat menampung air seperti botol dll

Alasan utama kenapa kita membuang botol atau wadah yang sudah tidak terpakai ketempat sampah? Karena botol atau wadah yang berserakan dapat menampung air ketika musim hujan datang, dan inilah yang dapat menjadi tempat bertelur atau berkembangbiaknya nyamuk.

5. Membersihkan selokan air

Selokan atau saluran air yang kotor dapat menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Membersihkan saluran air secara rutin sangatlah berguna untuk mencegah nyamuk berkembang biak. Jangan sampai kamu membiarkan sampah-sampah yang berserakan ada diselokan rumah kamu, karena hal itu dapat membuat air tergenang dan menjadi sarang nyamuk.

6. Gunakan pakaian lengan panjang

Bagi kamu yang tidak terbiasa menggunakan pakaian lengan panjang, mulailah untuk membiasakan diri karena pakaian lengan panjang sangat berguna untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk yang dapat menyebabkan DBD atau demam berdarah dengue.

7. Gunakan lotion anti nyamuk

Bagi kamu yang tidak terbiasa menggunakan pakaian panjang, kamu dapat melakukan alternatif lain seperti menggunakan lotion anti nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk pada tubuh kamu.

8. Memasang perangkap nyamuk

Memasang perangkap nyamuk juga berguna untuk membunuh ataupun mengusir nyamuk dari tempat tinggal kita. kamu juga dapat menggunakan spray anti nyamuk yang bisa digunakan untuk mengusir atau membasmi nyamuk.

9. Memasang kelambu ditempat tidur bayi

Bagi kamu yang mempunyai seorang bayi lucu atau balita lucu. Usahakan untuk memasang kelambu agar nyamuk tidak bisa menyerang dan menggigit sang bayi.

10. Jangan selalu membiarkan jendela terbuka

Pastikan jendela kamu tertutup ketika malam hari, karena jendela dan ventilasi rumah merupakan celah masuknya nyamuk kedalam ruangan. Apabila rumah kamu memiliki banyak ventilasi lebih baik untuk dipasang jaring-jaring agar nyamuk tidak bisa masuk kedalam rumah.

Demikianlah informasi dari BebasJerawat.info mengenai gejala demam berdarah dan cara mencegahnya. Menjaga kesehatan dan kebersihkan lingkungan dapat menghindarkan diri kita dari serangan demam berdarah dengue (DBD). Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua dan jangan lupa untuk di share kepada orang tercinta dan teman-teman kalian.

Aku adalah seorang siswa di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) di Banyuwangi dengan jurusan Farmasi. Suka dan akrab dengan dunia kecantikan dan kesehatan dari kecil. Hobi sekali mengkaryakan sesuatu dalam bentuk tulisan dari SMP dan sekarang menjadi penulis artikel di BebasJerawat.info.