6 Gejala PMS Yang Menandakan Penyakit Lebih Serius (Jangan Abaikan!)

gejala pms

Seluruh wanita di dunia sudah pasti pernah mengalami yang namanya Pre-menstrual syndrome (PMS) menjelang datang bulan, setidaknya ada satu dari sekian banyak gejala yang ditimbulkan pada masa menstruasi tersebut. Contohnya seperti terjadi kram pada perut, nyeri otot panggul, bisa juga mengalami perubahan mood yang begitu drastis karena menahan sakit, hingga mudahnya tubuh menjadi lelah.

Ada sebagian dari wanita yang merasakan atau mengalami gejala ringan, sebagian ada juga yang merasakan gejala yang membuat mereka mengalami kesulitan ketika akan melakukan aktivitas sehari-hari. Akan tetapi, apa gejala PMS sungguh normal dirasakan dan tidak memberikan komplikasi pada penyakit atau gangguan kesehatan lainnya?

Menurut para ahli yang telah melakukan riset, PMS normal akan dialami oleh seorang wanita ketika mereka belum memasuki masa menstruasi. Namun, dilansir dari laman Glamour, ada beberapa gejala yang mana dapat dijadikan sebagai tanda isu kesehatan yang tergolong lebih serius. Lantas apa saja gejala PMS yang dapat dijadikan sebagai tanda kalau seseorang sedang atau mengalami gangguan penyakit serius? Gejala PMS dapat dijadikan tanda kalau seseorang sedang mengalami gangguan penyakit seperti polycystic ovarian syndrome (PCOS), endometriosis, premenstrual dysphoric disorder (PMMD), atau penyakit lainnya. Jadi, gejala PMS seperti apa yang harus kita waspadai dalam mengatasi komplikasi dari penyakit lain yang ingin menyerang tubuh kita? Yuk simak informasinya di bawah ini!

1. Keluar bercak darah sebelum mentruasi

Gejala PMS Yang Menandakan Penyakit Lebih Serius

Keluarnya bercak darah sebelum masa menstruasi dapat menjadi salah satu tanda gangguan endometriosis. Pada kondisi ini, dapat menyebabkan jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di bagian luar, yang mana dapat mendorong perkembangan kista dan jaringan parut yang begitu menyakitkan. Tanda ini juga dapat menyebabkan sang penderita mengalami mual dan kram pre-menstruasi yang tergolong parah, dan gejala ini sering sekali dianggap sebagai salah satu tanda PMS. Tanda lain yang ditunjukkan dari gangguan endometriosis adalah periode menstruasi yang begitu banyak dan rasa sakit yang diberikan ketika melakukan hubungan intim.

2. Munculnya jerawat atau pertumbuhan rambut yang kurang normal

Munculnya jerawat atau pertumbuhan rambut yang kurang normal

Polycystic ovarian syndrome (PCOS) dapat berkaitan erat dengan ketidakseimbangan hormon yang mana ditandai dengan kelebihan hormon androgen. Karena ketidakseimbangan yang terjadi pada hormon tubuh dapat membuat seseorang mengalami perubahan mood yang begitu cepat dan gejala PMS lainnya sebelum masa menstruasi datang. Namun berbeda dari gejala PMS yang umumnya terjadi, ketidakseimbangan hormon juga dapat menyebabkan pertumbuhan rambut pada area tubuh atau wajah, dan munculnya jerawat yang berlebih.

3. Periode menstruasi yang lebih singkat secara progresif

Periode menstruasi yang lebih singkat secara progresif

Gejala PMS yang telah disadari, digabungkan dengan siklus menstruasi yang berjalan lebih cepat daripada waktu yang sudah biasanya ditentukan dapat menjadi salah satu tanda dari perimenopause, yaitu masa dimana perpindahan terjadi di kondisi menopause. Pada wanita yang telah memasuki usia di bawah 40, gejala ini bisa dikatakan sebagai salah satu tanda premature ovarian dysfunction yang mana dapat menyebabkan seorang wanita mengalami menopause sebelum waktunya.

4. Gangguan emosional yang berlebihan

Gangguan emosional yang berlebihan

Apabila perubahaan mood dapat menjadi pengganggu aktivitas harian Anda, ini dapat menjadi pertanda dari premenstrual dysphoric disorder (PMMD), yang mana meliputi gangguan kesehatan mental yang berkaitan erat dengan PMS yang lebih serius. OB/GYN Sherry Ross, MD, mengatakan bahwa perubahan suasana hati yang melemahkan dapat dijadikan sebagai tanda kecemasan atau depresi. Orang-orang yang mengalami kondisi ini ada kemungkinan besar mengalami masa ini selama sebulan penuh, akan tetapi akan meningkat atau membaik ketika menjelang masa menstruasi. Kalau gejala PMS tersebut meliputi emosi yang sangat serius hingga membuat Anda sulit istirahat atau beraktivitas, bisa jadi itu adalah tanda depresi.

5. Keram yang sangat menyakitkan

Keram yang sangat menyakitkan

Dapat dikatakan normal apabila Anda mengalami kram sesaat atau selama masa menstruasi. Namun berbeda cerita apabila Anda mengalami kram yang sangat menyakitkan ketika Anda sedang berjalan, menyebabkan rasa mual bahkan hingga muntah, atau membuat kaki Anda terasa pegal. Apabila Anda mengalami masalah tersebut, Anda wajib waspada karena ada besar kemungkinan itu merupakan tanda dari endometriosis. Kondisi ini sering kali tidak dihiraukan dengan baik oleh para wanita karena dianggap sebagai sakit akibat menstruasi. Namun, penting bagi Anda untuk segera sadar bahwa ini disebabkan karena endometriosis. Endometriosis sensiri dapat menyebabkan kista rahim, infertilitas dan berbagai macam penyakit kronis lainnya.

6. Gejala melebihi dari fase pra-menstruasi

Gejala melebihi dari fase pra-menstruasi

Apabila anda tengah mengalami gejala PMS yang berlangsung hingga periode menstruasi selesai atau muncul gejala PMS yang lebih cepat dari keadaan umumnya (berkisar 2 minggu lebih cepat), gejala itu tidak dapat Anda kaitkan dengan gejala PMS biasa. Contohnya, kalau Anda mengalami rasa perut yang kembung terus-menerus sepanjang bulan, ini dapat dijadikan sebagai tanda dari gangguan intoleran laktosa, sindrom iritasi usus besar, diet yang tidak balance, atau refluks asam.

PMS wajar dialami oleh setiap wanita di dunia. Akan tetapi, penting bagi Anda untuk mengamati secara baik setiap gejala yang muncul pada diri Anda. Apabila ada gejala yang dirasa tidak normal atau berlebihan, segera lakukan pemeriksaan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga informasi ini dapat menjadi referensi baik bagi Anda terkhususnya kaum wanita.

Editor: Bram Khalid