Penyebab Rambut Rontok

Penyebab rambut rontok

Rambut adalah mahkota bagi semua orang khususnya wanita. Memiliki rambut sehat, lebat, dan berkilau sudah pasti akan dapat meningkatkan rasa percaya diri sesorang. Oleh sebab itulah, rambut harus selalu dijaga dan dirawat dengan sangat baik. Apabila rambut tidak terjaga dan terawat seperti terdapat kutu, ketombe, rambut bercabang dan bahkan yang terparah adalah rambut mengalami kerontokan dan menjadi rusak pasti akan sangat mengganggu serta menurunkan rasa percaya diri kita ketika kita berhadapan atau tampil di depan umum.

Rambut rontok merupakan jenis kerusakan rambut yang paling parah dan paling menakutkan karena sel rambut sudah pasti akan mati. Ketika rambut Anda mengalami proses kerontokan pada usia tertentu, untuk menumbuhkan kembali rambut yang rontok akan sangat kecil kemungkinannya berhasil. Maka dari itu, informasi ini akan sangat penting bagi Anda untuk mengenali apa saja penyebab rambut rontok agar dapat terhindar serta dapat melakukan antisipasi tepat dalam mengatasinya. Penjelasan di bawah ini akan dapat menjadi referensi yang semoga saja dapat membantu Anda mencegah kerontokan rambut.

Penyebab Rambut Rontok

Pada umumnya, ketika dalam keadaan normal rambut manusia akan mengalami kerontok antara 50 hingga 100 helai perharinya. Bila kerontokan rambut Anda melebihi jumlah yang tertera diatas, Anda wajib waspada. Mungkin berbagai hal di bawah ini dapat menjadi penyebabnya:

1. Faktor genetik

Penyebab rambut rontok yang pertama adalah faktor paling umum terjadi yakni faktor genetik atau faktor keturunan. Apabila keluarga besar Anda ada salah satu dari orang tua maupun nenek kakek Anda yang memiliki masalah mengenai kerontokan rambut atau kebotakan. Maka bisa saja hal ini akan terjadi pada Anda. Untuk wanita, rambut akan mengalami penipisan bisa juga dikarenakan faktor keturunan. Pada umumnya ini akan terus terjadi ketika usia menginjak 30 tahun atau setelah melahirkan.

Dalam keadaan normal, rambut rontok akan mengalami regenerasi dan tergantikan dengan rambut baru. Akan tetapi, apabila faktor gen yang mempengaruhi, biasanya rambut baru sebagai pengganti rambut yang sudah rontok akan memiliki tingkat yang lebih lemak dan cenderung rapuh. Hal ini disebabkan karena folikel rambut akan semakin mengecil, hingga saat nanti masanya akan habis dan rambut tidak akan tumbuh kembali.

2. Kekurangan Zat Protein

Protein merupakan senyawa atau zat pembangun dan pengatur tubuh yang sangat penting untuk kita. Zat ini sangatlah berperan aktif dalam pertumbuhan rambut kita. Apabila tubuh kekurangan protein, maka rambut kita secara perlahan akan mengering, mudah pata, dan mengalami kerontokan secara perlahan. Bila ini dibiarkan tanpa ada penanganan yang tepat maka kepala kita akan mengalami kebotakan rambut. Solusinya adalah dengan memenuhi kebutuhan asupan protein harian dalam tubuh Anda seperti mengkonsumsi daging, ikan, atau kacang-kacangan.

3. Terjadinya Gangguan Pada Kelenjar Tiroid

Hypotiroidisme akan terjadi ketika kelenjar tiroid sedang mengalami gangguan, malfungsi, atau tidak bekerja secara total dan normal. Hypotiroidisme sendiri adalah kondisi dimana mengakibatkan proses metabolisme tubuh terganggu, diare, lemah otot, gangguan emosi, dan bahkan mengalami kerontokan rambut. Gangguan dari kelenjar tiroid sendiri kebanyakn terjadi pada seseorang yang sudah mulai masuk pada usia 50 tahun keatas.

4. Sering Merubah Gaya Rambut

Memiliki beragam gaya rambut yang berbeda-beda setiap waktu pasti akan sangat menyenangkan. Menata dengan selera dan gaya yang terbaru yang tren dapat membuat Anda terlihat modis dan keren. Namun, jangan pernah melupakan bahwa pengaruh dari penataan rambut yang sering berubah tersebut ya. Alat seperti catokan rambut, hair dryer, ataupun produk perawatan gaya rambut lainnya dapat mengakibatkan kulit kepala kita menjadi panas, sehingga tingkat kesuburan apda akar rambut pun akan terganggu dan menyebabkan kerontokan rambut.

5. Penyakit Lupus

Penyakit lupis adalah penyakit yang memberikan gangguan pada autoimun yang dapat berakibat menurunnya kekebalan tubuh seseorang. Sekitar 1,5 juta umat manusia di bumi ini terserang penyakit tersebut. Lupus sendiri dapat merusak jaringan kulit yang mana merupakan jaringan pertama bagi pertahanan tubuh. Kulit yang terkena lupus akan memerah, bengkan dan kadang juga mengoreng kering dan mengelupas. Apabila lupus ini menjalar hingga kulit kepala kita. Rambut kita akan mengalami kerontokan. Karena penyakit ini, kita juga dapat mengalami kebotakan.

Baca juga: manfaat jahe

6. Efek Samping Obat

Seringan apapun dosis yang terkandung dalam obat kimia, tidak mungkin tidak akan memberikan efek samping. Jika Anda kerap membaca label obat dengan cermat pasti ada keterangan mengenai efek samping yang ditimbulkan obat tersebut seperti kerontokan rambut. Pada umumnya, obat yang memberikan efek untuk kerontokan rambut adalah obat anti depresi, obat pengecer darah, obat kemoterapi, dan berbagai macam jenis obat steroid yang dapat menyebabkan kerontokan rambut apabila dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu atau jangka panjang.

7. Kesalahan Mengikat Rambut

Siapa diantara kita yang sering ceroboh dan tidak memperhatikan tatanan rambut ketika mengikat rambut? Tahukah Anda bahwa mengikat rambut yang asal-asalan dapat membuat rambut menjadi rusak dan kusut. Untuk jenis dan kualitas dari jepit dan tali pengikat rambut harus memiliki nilai standar yang aman bagi rambut dan jangan pernah menggunakan karet mentah. Apabila Anda mengikat rambut secara asal-asalan, Anda akan mengalami dimana proses kesusahan ketika melepas ikatan rambut tersebut dan ikut menarik rambut hingga terlepas dari akar rambut Anda. Apabila Anda sering mengalami keadaan ini, kulit kepala secara perlahan akan mengalami luka, kekencangan dari akar juga akan berkurang dan alhasil menyebabkan kebotakan.

8. Stres

Telogen effluvium adalah kondisi yang mana tingkat emosional menjadi tidak terkontrol, berbagai penyakit serta trauma dapat menyebabkan stress. Rambut juga memiliki siklus pertumbuhan, istirahat serta rontok. Banyak sekali penelitian yang menyatakan bahwa stres berat dapat mempengaruhi kerontokan rambut dan siklus rambut juga akan terganggu. Rambut akan sangat sulit sekali tumbuh kembali dan membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk bisa mengembalikan siklus normal dari rambut kita.

9. Kerap Melakukan Perawatan

Teknologi zaman sekarang mengenai perawatan rambut semakin hari semakin pesat perkembangannya yang mana menyebabkan banyak sekali wanita dan pria mencoba segala macam treatmennya. Hal dapat kita katakan salah, kenapa? Karena perawatan rambut yang terlalu sering dapat membuat rambut menjadi rontok karena unsur dari bahan kimia dalam produk perawatan rambut jika dipakai secara berlebih dapat merusak tingkat kesuburan rambut serta kekuatan rambut dan akar rambut.

10. Sering Mengganti Shampo

Tidak hanya perawatan rambut saja yang merusak rambut, ternyata pemakaian shampo yang sering berganti juga dapat membuat kerontokan rambut karena rambut tidak dapat tumbuh dengan normal dan beradaptasi dengan baik. Kulit kepala kita juga bisa mengalami kekeringan dan menyebabkan ketombe karena efek sering ganti shampo. Setelah ketombe menyerang, kulit kepala kita akan terasa sangat gatal. Rasa gatal inilah yang dapat memicu kerusakan rambut karena sering sekali kita menarik dan menggaruk rambut. Jika rambut rusak, ada kemungkinan besar bahwa rambut akan rontok secara massal.

Aku adalah seorang siswa di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) di Banyuwangi dengan jurusan Farmasi. Suka dan akrab dengan dunia kecantikan dan kesehatan dari kecil. Hobi sekali mengkaryakan sesuatu dalam bentuk tulisan dari SMP dan sekarang menjadi penulis artikel di BebasJerawat.info.